Fict ini saya buat untuk seorang teman, seorang teman yang telah dilahirkan 21 tahun yang lalu pada hari ini 27 Agustus...
Hahay... lebay... Selamat Ulang Tahun!! Saengil cukae Yeonmi-ah!!
Maaf kalo fict-nya masih banyak kekurangan, give me your warm words, hehehe...
Aku gelisah, sejak tadi aku hanya mondar-mandir di depan ruangan itu. Aku tidak memedulikan sekelilingku. Kepalaku terus menunduk. Pikiranku kosong, aku tak sanggup berpikir apa yang akan terjadi. Aku bahkan tak sanggup masuk ke dalam ruangan itu. Tidak!! Aku tidak tahan melihat raut wajahnya yang menahan rasa sakit itu. Aku tidak dapat merasakan sakit itu tapi rasanya itu sangat menyakitkan, sampai Ia tak sanggup lagi walaupun hanya untuk mengerang kesakitan. Mulutnya menganga tanpa ada suara yang keluar dari sana. Air mataku mulai meleleh, air mata yang sedari tadi aku tahan. Dan sekarang pertahanan itu mulai bocor, ia mulai menetes satu per satu. Tidak!! Aku harus kuat!! Tidak ada hal buruk yang akan terjadi, semua akan baik-baik saja. Ya!! Semua akan baik-baik saja!! Dan aku terus mengulangi kata-kata itu dalam hati.
Kreeek…
Aku langsung berbalik ketika pintu itu serta merta terbuka. Di balik daun pintu itu terlihat wajah kakakku, Junsu oppa, wajahnya kuyu, ada sisa air mata di pipinya. Kemudian ia menatapku.
“Yeonmi-ah. Masuklah Appa ingin bertemu denganmu.” suaranya terdengar parau.
Aku hanya bergeming. Aku benar-benar tak tahu perasaanku saat ini, semuanya seperti mimpi buruk. Ya!! mimpi buruk, satu jam yang lalu aku masih meringkuk nyaman di kasurku bergelung dengan bantalku yang empuk. Dan mimpi itu dimulai ketika tiba-tiba teriakan eomma di tengah malam membangunkan seisi rumah.
“Yeonmi-ah ayolah, kasihan Appa, dia menunggumu.” Ucapnya sekali lagi, dan kali ini suaranya terdengar seperti tidak boleh ada penolakan. Aku terkaget, apakah ini benar-benar kenyataan?
Aku melangkahkan kakiku yang terasa sangat berat dan kaku. Aku masih diam. Mataku terpaku pada wajah itu, wajahnya tak lagi seperti ketika kami mengantarnya ke sini, ia lebih tenang sekarang. Walaupun ia masih terlihat kesulitan bernapas dengan masker yang tersambung dengan tabung oksigen itu. Tapi tatapan matanya begitu teduh. Dan perasaan yang menyiksaku tadi mulai memudar.
“Appa…” suaraku hanya seperti hembusan angin. Namun ia tersenyum lembut padaku, seolah ia mendengar suaraku lebih keras daripada sekedar bisikan.
“Appa…” aku mengulanginya dan berusaha agar terdengar lebih jelas. Mimik mukanya seolah berkata, mendekatlah kemari, Appa ingin memelukmu. Aku sekarang disampingnya, disamping tempat tidurnya. Di dadanya terpasang kabel yang tersambung ke monitor, aku tidak mengerti apakah jantungnya baik-baik saja atau tidak. Tapi kurasa aku membuatnya lebih baik, irama yang terdengar lebih teratur sekarang.
“Appa… kau merasa lebih baik sekarang?” aku kembali melihat wajahnya, ingin mengetahui apa jawabannya karena tak ada suara yang keluar dari mulutnya. Tapi ia kembali tersenyum, seolah berkata aku tidak pernah merasa sebaik ini sebelumnya, sayang. Tangannya yang gemetar berusaha menggapaiku, aku dekatkan wajahku, dan ia membelai lembut wajahku. Ibu jarinya menarik lembut ujung bibirku ke atas. Aku tersenyum getir. Matanya terlihat sangat lelah, dan ia mulai menutup mata. Ketakutan itu serta merta menyerangku.
“Appa!” aku langsung menggenggam tangannya. Ia terkaget, dan menatapku, kemudian menatap ibu dan kakakku. Sekarang ia menatapku lagi, bibirnya bergerak seolah ingin sekali berbicara tapi itu sangat susah baginya. Tapi mata itu lebih dulu berbicara, Appa akan selalu ada di hatimu sayang, hiduplah dengan bahagia dan buatlah sekelilingmu bahagia. Appa mencintaimu, putri kecilku.
==========The Warmest Night In The Summer===========
Udara di luar mungkin panas karena sekarang adalah musim panas, tapi aku merasa sangat dingin, entah sudah berapa lama aku diam membeku di sini. Di kamarku yang sekarang seperti tak berpenghuni. Fotoku dan appa berserakan dimana-mana. Jendela kamar yang sudah lupa aku buka. Membuat udara di sini semakin sesak. Perasaan ini kembali aku rasakan setelah kepergian seseorang, orang lain yang telah mengisi hari-hariku untuk waktu yang lama, dia meninggalkan aku karena sakit yang dideritanya sudah parah. Orang lain yang aku bahkan tidak tahu dia sakit dan saat ia meninggalkan dunia ini. Orang lain yang berbohong padaku bahwa ia tidak mencintaiku agar aku bisa melanjutkan hidupku tanpa mengkhawatirkannya. Taejun oppa.
Dan perasaan itu jauh lebih sakit ketika Ia meninggalkan aku, meninggalkan ibuku, meninggalkan kakakku. Dia Appa yang menjadi kepala keluarga ini. Dia Appa yang selalu memberiku es krim saat aku menangis karena ulah kakakku. Dia Appa yang menggendongku lebih dulu, ketika aku dan kakakku merengek ingin digendong. Dia Appa. Dia Appa favoritku.
“Hiks… hiks…” entah sudah berapa kali aku menangis ketika mengingatnya. Dan entah sudah berapa kali Junsu oppa menyeka air mataku dan memelukku. Entah sudah berapa kali eomma mengantarkan makananku dan menyuapiku seperti bayi. Entah berapa kali Donghae oppa menyanyi untuk membuatku kembali tersenyum. Maafkan aku, maafkan aku appa, aku masih ingin mengenangmu dan aku belum bisa memenuhi permintaanmu untuk hidup dengan bahagia. Apa aku salah Appa? Apakah aku benar-benar telah melakukan kesalahan dengan bersikap seperti ini?
“Yeonmi-ah, ada surat untukmu dari Donghae. Dia minta maaf karena jadwalnya membuatnya tidak bisa kesini dan menemanimu.” Junsu oppa menyodorkan amplop berwarna biru itu padaku.
“Gomawoo, oppa.” Aku menghambur ke pelukannya lagi. Dan terisak kembali di dadanya.
“Aahh.. aku harus mengganti bajuku lagi setelah ini. Kenapa kau punya banyak air mata, Yeonmi-ah.” Aku agak sedikit kesal dengan sifatnya yang sama sekali tidak berubah semenjak kepergian Appa. Tapi perasaan kesal itu sangat tidak pantas untuknya, karena ia tetap memelukku hangat sampai aku berhenti menangis.
==========The Warmest Night In The Summer===========
Setelah Junsu oppa meninggalkan kamarku, aku mulai membaca surat dari Donghae oppa. Nasib kami sedikit sama, kami sama-sama kehilangan Appa. Dan perasaan ini sangat ia mengerti. Dan ia selalu datang kemari dan menghiburku. Meskipun aku tetap tidak tersenyum, tapi dia mengerti, dia sangat mengerti. Bahkan ia juga menangis sambil memelukku.
Kutatap kembali surat yang kugenggam. Sampul suratnya manis sekali. Tapi kenapa tulisan itu sangat mengganggu.
Untuk gadisku yang punya banyak air mata.
Yeonmi-ah, maafkan aku tidak bisa datang hari ini. Dan aku tidak tahu apakah ada kata-kata yang dapat mewakili penyesalanku karena tidak bisa menemanimu. Kau tahu aku sangat ingin menyelesaikan semua jadwalku sekaligus dan kembali terbang ke Korea hari ini juga. Tapi aku di sini untuk 3 hari, itu membuatku sangat khawatir tentang keadaanmu di sana.
Jagi~ kau tahu aku selalu merasa Appa selalu bersamaku, menjagaku sehingga aku tetap bisa tersenyum hingga sekarang. Aku selalu menulis surat tahunan untuknya dan sudah ke-5 sekarang. Jujur, sewaktu ia masih hidup, aku tidak pernah menulis 1 surat sekalipun, karena aku masih sangat kecil. Aku juga sangat berterima kasih untuknya, dan sangat merindukannya. Dan kurasa kau juga mempunyai perasaan yang sama.
Jagi~ kau tahu Appa kita akan bahagia di sana kalau kita di sini tidak ikut mati. Bukan mati secara jasad tapi juga hati dan perasaan. Aku tidak akan membiarkanmu mati karena aku, dan akan berjuang sekuat tenaga agar kau hidup. Aku akan sangat bersedih ketika semua usaha yang ingin aku lakukan untuk itu tidak bisa aku lakukan. Dan kurasa Appa kitapun akan melakukan hal yang sama.
Aku sangat merindukan senyuman manis itu, Yeonmi-ah. Aku harap aku dapat melihatnya di hari aku kembali ke Seoul. Hari dimana kau dilahirkan 21 tahun yang lalu. Hari dimana Appa-mu tersenyum lebar bahkan menangis haru menyambut tangisan pertamamu di dunia ini. Kau harus memberi hadiah terindah bagi Appa-mu hari itu. Kau mengerti?
Aku sangat mencintaimu. Jagi~
==========The Warmest Night In The Summer===========
Udara malam di musim panas begitu hangat. Aku sudah dapat merasakan kehangatan di sekelilingku. Tapi aku tetap mengenangmu Appa. Lihatlah Yeonmi putri kecilmu sekarang bisa tersenyum kembali. Tersenyum untukmu. Hadiah terindah untukmu, Appa… Naadoo saranghae, Appa...
Aku menengok sosok di sampingku. Ia masih memelukku hangat, sambil menatap pemandangan malam kota Soeul yang gemerlap dari paviliun restoran favorit kami. Aku menekuni detil wajahnya dari samping, sederhana tapi sangat tampan. Kemudian ia menatapku dan tersenyum.
“Terima kasih untuk senyummu, Jagi~, jongmal gomawo. Kau senang bisa memberi hadiah untuk Appa-mu?” dia menatap lekat mataku. Membuatku lupa sejenak untuk bernapas.
“Tentu saja. Dan aku merasa tidak pernah tersenyum sebahagia ini untuknya. Mungkin 21 tahun yang lalu, Appa juga melakukan hal yang sama ketika mendengar tangisan pertamaku.” Aku kembali tersenyum.
“Kalau kau mengizinkan, aku ingin menjadi seseorang yang melindungi dan menjagamu seperti Appa-mu, walaupun aku tahu aku tidak akan mampu menggantikannya. Tapi setidaknya aku ingin melanjutkan apa yang Appa-mu lakukan untukmu.” Aku sangat tersentuh dengan kata-katanya.
“Kau sudah melakukannya untukku, Jagi~.”
Malam itu adalah malam terhangat bagiku, bagi Donghae, dan bagi Appa.

Aaaaahh TT.TT
BalasHapusaku nangis lagiii.... Mamaaah...!!
makasi yani sayaaang...
this is so sweet...
semoga aku bisa membuat beliau selalu bangga... :')
Donghaeeee, always by my side, okayyy? >.<
btw... tgl pas appa donghae pegi sama appa ku pergi juga sama, 8 agustus...
aku reblog yahh...
oce... oce...
BalasHapusAmiiinnn..
muph ya bude bikin bude nangis jadinya...
tapi tetep seneng ya, nangisnya bentar aja jangan kelamaan..
aaahhh... donghae kan katanya udah official milik yeonmi katanya... :D
tapi ko profil pictnya g muncul ya..
ne gmn ngotak-ngatiknya.. :(
aah, ga apa2...
BalasHapushe eh, bentar ajaaa
pegel nangis lama2... hehehehe....
aaaahh >,<
betulll,
official milikku...
iyah, ga ngerti juga tuhh...
ada ide buat ff yani ga bude??
BalasHapushehehe... :)
Aissh.. sedihhh... sedihhh...
BalasHapustadi baca fic yg bkin pgn puke-puke (becoz u loved me.red),, sekarang ngebombay disini.. aigooo...
Tapii,, seneng deeh.. yani udah KETULARAN BIKIN FICT ! Nyahahaha =3
@yani: hmmm.... hmmm....
BalasHapuswakakakaka!
ntar nunggu inspirasi dan mood yg bagus... XD
@kyupa: -.-
wah komengnya gak kayak di wordpress ya ga bisa langsung reply ke orangnya, tapi gapa yo...
BalasHapus@bude aaahhh ditunggu lho!!
@kyupa ma'acih.... :D
ya seneng sih baca punya kalian jadi pengen nyoba bikin...